DPM-KM Rilis Hasil RDP Jurusan Teknik Perancangan Manufaktur: Dari Keseimbangan Akademik hingga Fasilitas HMTP

DPM-KM Rilis Hasil RDP Jurusan Teknik Perancangan Manufaktur: Dari Keseimbangan Akademik hingga Fasilitas HMTP

B

Penulis

BEM ARUNODAYA

03 May 2026
3 menit baca
842 views

Scroll untuk membaca

DPM-KM Rilis Hasil RDP Jurusan Teknik Perancangan Manufaktur: Dari Keseimbangan Akademik hingga Fasilitas HMTP

Bandung, 24 Februari 2026 — Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM-KM) Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung secara resmi menerbitkan Surat Keputusan Hasil Advokasi untuk Jurusan Teknik Perancangan Manufaktur. Dokumen yang disahkan pada 24 Februari 2026 ini merupakan tindak lanjut dari Ruang Dengar Pendapat (RDP) yang telah dilaksanakan pada 14 November 2025.

Melalui penjaringan aspirasi yang diikuti oleh 34 mahasiswa—dengan mayoritas dari tingkat I (76,47%)—Komisi III Bidang Advokasi dan Aspirasi DPM-KM menyoroti sejumlah evaluasi penting di bidang akademik maupun fasilitas penunjang.


Berikut adalah poin-poin utama hasil advokasi yang telah diklarifikasi oleh pihak jurusan:

Bidang Akademik:

  • Keseimbangan Teori & Praktik: Merespons keluhan terkait pengurangan SKS dan praktik pada mata kuliah Gambar Teknik, pihak jurusan menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan pengelolaan anggaran. Sebagai solusi, jurusan telah menerapkan pembagian kelas ke dalam sesi pagi dan sore agar mahasiswa tetap mendapatkan pengalaman praktik yang maksimal.

  • Beban Tugas: Dosen menegaskan bahwa tugas Gambar Teknik memang dirancang padat dengan waktu pengerjaan yang singkat, selaras dengan tuntutan kecepatan di dunia industri Design Engineering. Namun, jika mahasiswa merasa keberatan, mereka diizinkan menyampaikan alasan yang rasional agar dapat ditindaklanjuti.

  • Metode Pembelajaran: Menanggapi keluhan terkait metode pembelajaran yang monoton dan dominasi presentasi kelompok yang kurang efektif, jurusan mencatat perlunya variasi metode pembelajaran yang lebih interaktif agar pemahaman materi lebih merata.

  • Kurikulum & Sistem Penilaian: Secara umum, kurikulum dinilai sudah sangat relevan dengan perkembangan industri. Sistem penilaian pun dianggap adil dan dipahami mahasiswa, meski formulasinya dapat disesuaikan di pertengahan semester berdasarkan perkembangan mahasiswa.

Bidang Fasilitas:

  • Bengkel dan Laboratorium: Meskipun mayoritas mahasiswa menilai layak, terdapat keluhan mengenai komputer yang tidak memiliki software yang sesuai dan sering crash. Pihak jurusan menginstruksikan mahasiswa untuk melapor ke PLP jika menemukan fasilitas yang rusak agar segera ditindaklanjuti. Selain itu, keluhan mengenai kondisi meja gambar juga akan menjadi bahan evaluasi pemeliharaan berkala.

  • Kenyamanan Kelas & Wi-Fi: Keluhan terkait AC kelas yang kurang optimal, pintu kendor, hingga kualitas Wi-Fi yang lambat telah diterima oleh pihak jurusan dan akan segera dikoordinasikan untuk ditindaklanjuti, karena sangat memengaruhi efektivitas pembelajaran.

  • Kebersihan Lingkungan: Tingginya keluhan mengenai kondisi toilet kampus direspons pihak jurusan dengan mengajukan permasalahan tersebut ke institusi. Namun, jurusan juga mengimbau seluruh pengguna fasilitas untuk berperan aktif menjaga kebersihan bersama.

  • Sekretariat HMTP: Menanggapi aspirasi pengadaan sekretariat Himpunan Mahasiswa Teknik Perancangan (HMTP), pihak jurusan menyampaikan bahwa ruangan di kawasan Kanayakan 23 telah disediakan. HMTP hanya perlu menyusun perencanaan kebutuhan dan fungsi ruangan secara rinci untuk mendapatkan persetujuan.

Surat keputusan ini telah ditandatangani oleh Ketua Komisi III Dzakka Khairana Wandeka, Ketua DPM-KM Rio Dwi Nugraha, serta Pembina DPM-KM Iman Apriana Effendi. Diharapkan, hasil RDP ini dapat segera diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas akademik dan fasilitas di Jurusan Teknik Perancangan Manufaktur.

Bagikan Artikel

Berita Terbaru Lainnya

Jelajahi Berita Lainnya

Temukan lebih banyak artikel menarik dan informasi terbaru dari BEM Kampus